Info
Backup Data Menggunakan Linux Live-CD | Backup Data Menggunakan Linux Live-CD |
|
Setahun yang lalu kira-kira tahun 2007 Temanku beli Hardisk Seagate Barracuda 7200.9 ultra ata 250gb lumayan murah seharga 650rb dibeli di kawasan Komputer "Kandaga" Jl. A.yani, ternyata tidak ada "seal sticker" Garansi 5 tahunnya. Dari awal beli sudah curiga karena ada bunyi aneh dari hardisk, tapi cuek ajah karena rencanannya hanya untuk mem"backup' data sajah dan suaranya tidak terlalu mengganggu. Nggak ada kepikiran untuk menukarnya karena emang dipasang di komputer lain dan aku hanya numpang menitipkan data saja.Setahun Kemudian temanku beli komputer baru "QuadCore" dan Hardisk backup itu dipindah ke komputer lain. Nah mulai disini masalah muncul ternyata setelah dipasang Komputer yang ditumpangi "HardDisk Backup" ini selalu "ngehang" dan apabila bisa masuk ke "Windows" setiap mengakses harddisk komputer "ngehang" dan bunyi hardisk terasa lebih kencang "Tak Tik Tuk Tek Tok" istilah aku. Dengan perasaan Cemas aku coba tumpangkan hardisk ini ke komputer ku yang format hardisknya Fat32 "Pentium III 933 - windows sp1"sedangkan Hardik "bermasalah ini Formatnya NTFS. ternyata masalahnya sama. Kemudian Aku tumpangkan hardisknya nya kemputer temanku yang lain "AMD Athlon 2000+ Windows SP2" yang ber format NTFS, ternyata sama. Akhirnya iseng-iseng aku coba Loading Live-CD Linux "Knoppix" yang aku beli setahun yang lalu di Komputerku dan coba "Mount" hardisk ternyata memang "Stalled" tapi hardisk beserta directorynya bisa terlihat. Setelah membaca "FAQ knoppix" yang disediakan oleh CD-nya sampai pada bagian :
Kebetulan aku baru beli hardik Seagate Barracuda 7200.7 200gb yang aku fornat Fat32. Dengan perasaan "Dag Dig Dug" Aku coba klik "Actions" lalu "Change read/write mode" di HDfat32 ini. Aku "copy Directory" dari hardiks bermasalah ke hardik baru. ternyata muncul pesan "Stalled" tapi tetap membaca Directory dan FIle yang ada. Aku biarkan dulu ... ternyata proses peng"copy" berjalan ... yang anehnya "transfer rate" data turun 50% dari normal yang teorinya 3.3 MBps. Ternyata memang ini solusinya yaitu menurunkan rpm hardisk sehingga bunyi "Tak Tik Tuk Tek Tok" hilang dan apabila terdengar, transfer rate turun secara otamatis kemudian kembali kecepatan 50%nya. Pantesan, dulu temanku pernah meng "overclock: Hardisk di Linux Servernya. Ternyata si Linux ini bisa menurunkan kecepatan rpm pada Hardisk bermasalah secara otomotatis. dan mencopy data secara perlahan-lahan, satu directory sebesar 3-5GB dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit (pelan pisan) tapi sebanding dengan data yang sekian tahun. Alhamdullilah "Backup Data" akhirnya bisa terselamatkan dan perasaan cemas pun hilang. Ucapan Terimakasih kepada Developer Linux atas jasanya beserta Komunitas OpenSource dimanapun berada. SALUTE! "Linux Save My Backup Data".
|
||
| Last Updated ( Saturday, 31 January 2009 ) | ||
| < Prev | Next > |
|---|
| List Article : |
| Info |
| Project |
| Frame : |
| Old School Web |
| Line Art |
| Google Reader |
| Google Maps |